"Gimana perasaanmu, All?" Allegra tersentak kaget setelah mendengar suara bariton yang masuk ke indra pendengarannya. Ia menoleh dan mendapati lawan mainnya telah mendudukan dirinya di sampingnya. Allegra tersenyum simpul. Karena terlalu banyak melamun, dia jadi tidak menyadari kehadiran pria itu. "Sedikit nervous, Om," jawab Allegra singkat lalu kembali fokus pada skrip di tangannya. Dia terlihat sibuk membaca teks dan menghapal semua naskah yang akan diperagakan. Sesekali mendesah gusar saat mengetahui adegan yang harus ditampilkan merupakan adegan yang kurang berkenan di hatinya. "Coba minum dulu." Pria itu menyodorkan sebotol air mineral pada Allegra menyadari kegugupan yang dirasakan perempuan itu. "Terima kasih." "Kamu nggak usah khawatir. Adegan yang diperagakan bukan adegan se

