Perasaan Yang Tersembunyi

2125 Words

Di Cafe Kota Biru menyeruput coklat hangat yang dipesannya, ia tengah menunggu temannya semasa SMA dulu Rendi dan Alvin. Sesekali ia melihat ponselnya, melihat beberapa pesan masuk dari kantornya dan juga dari calon pengantinnya. Tidak lama Rendi dan Alvin tiba di Cafe Kota, mereka langsung masuk dan mencari dimana Biru duduk, setelah terlihat mereka berdua menghampiri Biru. "Selamat sore Bapak komandan!" Rendi dengan gaya hormatnya. Biru menoleh. "Hey Ren, jangan gitu lah aku masih jauh dari jabatan itu. Hahaha." Kekeh Biru, "eh ayo duduk Ren, Vin ayo duduk!" Lanjut Biru ke Rendi dan Alvin. "Hahaha. Ok ok bro thanks " Rendi dan Alvin duduk di depan Biru. "Mau pesan apa?" tanya Biru. "Hmm.. Coffe Latte aja deh." jawab Rendi. " Gue Moccacino aja deh." susul Alvin. Biru m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD