Hari berikutnya, setelah Sam pergi meninggalkan Rayyan sendirian di dalam ruangannya. Pria itu tengah sibuk dengan kenanganyang kembali dia ingat dengan jelas. Ingatan bagaimana ia menyukai setiap hal yang ada pada diri gadis kecil yang cerdas itu. "Saiqa," gumam Rayyan. "Apa yang harus aku lakukan sekarang padamu?" gumamnya lagi, bicara pada diri sendiri. namun dia pun tak tau jawabannya, semua masih terasa abu-abu. Antara dendam dan cinta, membuatnya begitu dilema. Kehadiran Saiqa seolah membuatnya kembali pada cinta masa kecilnya namun di saat yang bersamaan juga rasa dendam pada saudara laki-laki gadis itu juga datang membuat rasa sesak di d**a. "Kalau aku memutuskan untuk mencintainya apa dia akan mencintaku juga? Aaargggh, tidak tidak tentu saja tidak semudah itu. Dia mungkin bi

