37

1428 Words

"Reagan!" Panggil Fany seraya duduk di tempat tidur. Fany memegang dadanya dan langsung merasakan jika jantungnya berdetak cukup kencang. Fany memeriksa pipinya apakah ada jejak air mata dan ternyata tidak ada. Fany terduduk lemas, "jadi itu cuma mimpi?" Gumam Fany dengan nada bergetar. Fany kembali berbaring di tempat tidur menghela napas dengan kasar. Fany merubah posisi terlentang nya menjadi miring ke kanan menyembunyikan wajahnya di guling.  "Padahal aku berharap itu beneran." Gumam Fany lagi seraya menahan air matanya agar tidak keluar membasahi pipi dan juga guling. *** Fany membenarkan tali tas ranselnya yang hampir melorot dari bahunya sebelum masuk ke kawasan sekolah. Fany berjalan dengan langkah lesu, kedua mata nya menatap lurus ke arah pintu masuk sekolah tanpa berminat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD