Di suatu pagi yang sangat cerah karena semalaman hujan tak berhenti mengguyur kota Jakarta. Di kamar tidur itu terlihat berantakan. Aroma percintaan masih tercium di seluruh penjuru ruangan. Bahkan, masih ada beberapa potong pakaian tergeletak asal di lantai. Sementara di atas ranjang, kedua manusia tanpa sehelai benang pun masih nampak terlelap dalam selembar selimut warna putih. Sang perempuan tidur di samping sang lelaki yang tidur tengkurap dengan posisi kepala miring. Safira mulai menggeliat lantas membuka kelopak matanya perlahan-lahan. Dia bangkit sambil memegangi selimut yang menutupi tubuh polosnya. Punggungnya bersandar pada kepala ranjang lalu menoleh ke samping pada sosok pria yang semalam mengajaknya berpetualang. Safira mendesah berat, meraup wajah dan menyugar rambutnya k

