Graduation (2)

1680 Words

Jemari Natasya dengan cepat mencari nomor Jayden, lalu dia menekan tombol hijau untuk menelponnya. Beberapa kali ia melakukannya, satupun panggilan tak ada yang diangkat. Pesan balasannya pun tak dibalas lagi. Ia jadi khawatir tentang keadaan lelaki itu. Lalu, dia menelpon Rendy yang kebetulan ia punya kontaknya. Dengan cepat dia menyambungkan panggilan, tak berselang lama Rendy mengangkat. "Halo, Ren. Kamu di mana?" tanya Natasya dengan gelisah. "Lagi di tempat magang. Emang kenapa? Kok lo jadi khawatir gini. Apa ada sesuatu?" tanya Rendy. "J-Jayden..— dia bilang dia mau mati," "APA?! Ishh, anak itu." "Kamu bisa ke Korea gak buat jemput dia. Mamanya lagi kritis, dia pasti lagi down banget. Aku bingung harus gimana," ucap Natasya. "Oh, Habib lagi ke Korea nemenin adiknya yang lagi m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD