43 ~ Let Her Go

1698 Words

Aku ingin kenangan yang terukir di saat terakhir itu indah. Tapi kalau aku pergi, apakah kenangan indah itu akan menjadi menyakitkan untukmu? Tidak kan? Ah, ternyata pemikiranku terlalu dangkal. - FMDE "Elang!" Aletha berujar senang. Perempuan itu duduk di kursi roda di depan pintu kerja ayahnya. "Ada Kak Reyhan di sini. Dia di dalem bareng ay—" perkataan Aletha terhenti. "Astaga! Tangan kamu kenapa?!" perhatian Aletha tertuju pada tangan Elang yang terluka dan bercucuran darah, "sini nuna obatin," Aletha hendak memegang tangan Elang, namun di tepisnya. Elang tak menggubris nunanya. Baru kali ini ia bersikap seperti itu membuat Aletha heran. Ditambah lagi, brakkk!! Elang membuka pintu kerja ayahnya kasar. Rasyid dan Reyhan yang sedang duduk di kursi lantas menoleh ke sumber suara. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD