55

2053 Words

  Ponsel Malvis berdering. Bukan nama seorang wanita yang keluar di layar ponselnya, tapi nama Lewis, asistennya. “Lewis menghubungiku.” Ia memberitahu Earth. “Angkat di sini saja.” Malvis segera menjawab panggilan itu. “Ada apa?” “Tuan Eddison melakukan pertemuan dengan Tuan Elordi dan Tuan Gabson di sebuah restoran makanan Jepang.” “Aku ingin tahu apa yang mereka bicarakan.” Earth yang menyahuti pemberitahuan Lewis. “Ayne akan masuk ke dalam ruang  makan mereka dengan kamera pengintai.” Masuk ke dalam sebagai seorang pelayan bukan hal sulit untuk Ayne, kekasih Lewis. Wanita berwajah manis itu aku mendapatkan gambar serta percakapan Eddison, Elordi dan Gabson dengan baik. “Terus awasi mereka.” Kini Malvis yang bicara. Ia mematikan sambungan telepon lalu meraih laptop dan menyam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD