Lagu Untukmu

1438 Words

Beberapa meter dari area cafe, Arbian menghentikan laju mobilnya. Menatap diam ke depan dengan pikiran yang dipenuhi dengan perkataan Boram tadi. Wanita itu sudah memilih tapi entah kenapa, Arbian tidak bisa menerimanya begitu saja. Dia belum melakukan usaha yang maksimal untuk mengubah pilihan Boram tapi wanita itu bahkan tidak memberinya kesempatan. BUKK!! Arbian memukul setir mobilnya, mengusap wajahnya dengan perasaan frustasi, lalu mengaitkan kedua telapak tangannya dan meletakkannya di belakang kepala. Begitu kesal. Arbian lebih dari tahu kalau dia tidak bisa memaksakan kehendaknya ke Boram tapi mengakui kalau Sam yang berhasil memenangkan hati wanita itu belum bisa dia terima begitu saja. "Boram," desah Arbian, menoleh ke sebelah kiri ke arah cafe dan memandanginya dalam diam sel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD