"Mbak, sudah tidur?" Boram membuka matanya yang semula tertutup ketika Sam tiba-tiba bersuara setelah keheningan panjang mereka tadi. Dia sudah mencoba untuk tidur tapi susah. Kenyataan kalau saat ini dia sedang berada satu ruangan tertutup yang hanya berpenerangan remang-remang dari lampu tidur bersama Sam membuatnya malah terjaga. Bukan karena was-was takut terjadi sesuatu tapi lebih karena perasaan lain. Sam tidak akan mungkin berbuat macam-macam. Boram percaya akan hal itu tapi Ini lebih karena debaran jantungnya yang terasa berbeda setiap dia berada begitu dekat dengan Sam. Boram sedang dalam posisi berbaring menghadap ke Sam yang tidur di atas sofa dan menatap langit-langit kamar juga terlihat belum tidur. "Belum. Kamu seharusnya tidur dan istirahat Sam setelah perjalanan panjang

