"Arbian." Boram turun dari kamar Sam dengan langkah pelan dan tersenyum saat ketiganya yang berdiri di ambang pintu menoleh ke arahnya secara bersamaan. Arbian membalas senyumannya, Adela hanya diam menatapnya dan Sam berdiri dengan tatapan sarat emosi. "Boram. Kita pulang sekarang ya," kata Arbian. Boram mengangguk. Berusaha mengabaikan tatapan milik Sam yang mampu membuat lututnya lemas seketika dan berusaha untuk tidak terpengaruh. "Tante, sebelumnya Boram minta maaf kalau merepotkan dan juga sangat berterima kasih karena sudah diizinkan menginap semalam di sini." Adela tersenyum, "Iya sama-sama. Kita harus saling menolong jika ada yang kesusahan. Kamu tidak usah terlalu memikirkannya. Tante harap kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi." Boram tersenyum tipis, memeluk

