Ethan masuk ke dalam gudang yang gelap, ia menyalakan sikring lampu di sana dan tatapannya langsung tertuju pada tubuh kecil nan rapuh yang meringkuk di lantai. Ada rasa kasihan juga sedih dalam hati Ethan melihat Arin. Ethan berjalan mendekati tubuh itu dan berjongkok tepat di depannya. Ia merapikan rambut yang menutupi wajah Arin. Ethan mampu melihat wajah Arin yang sembab dengan air mata yang masih tersisa di sudut matanya. “Aku ingin percaya padamu, tetapi bukti terlalu menyudutkanmu. Kenapa Arin? kenapa kamu melakukan ini, kenapa kamu harus membohongi dan menipuku selama ini?” ucap Ethan. “Aku sungguh tulus mencintaimu, tetapi kamu hancurkan perasaan itu dan kamu ubah dengan rasa benci. Kenapa Rin?” Tak ada jawaban dari Arin yang

