Arin terbangun dari tidurnya, ia memegang kepalanya dan mengerjap beberapa kali, sampai akhirnya ia membuka matanya dengan sempurna. Ia menatap sekeliling, suasana di sini begitu asing tetapi ia mampu mengenali dimana dirinya berada sekarang. Ia berangsur bangun walau sulit dan kepalanya masih terasa berat, hingga ingatannya kembali melayang ke kejadian sebelumnya saat terjadi kebakaran dan ia menaiki kursi. “Oh God!” pekik Arin saat sadar ia terjatuh dari atas kursi. Ia bangun sekaligus tanpa memperdulikan rasa pusing di kepalanya yang seperti memukuli kepalanya. Ia meraba perutnya yang terasa begitu datar. Sebelumnya ia mampu merasakan bahwa ada kehidupan di dalam sana, apalagi usia kandungannya sudah masuk bulan ke 4, dan perutnya sudah mulai membuncit. Dan sekarang perut

