Satu

590 Words

"Butuh bantuan?" Sapanya dengan senyum ramah, aku hanya membalas dengan ekspresi datar pada laki-laki yang sekarang resmi menjadi suamiku. Rasanya seperti mimpi diusiaku yang baru menginjak 19 tahun aku harus menerima perjodohan ini. Yah aku menikah karena wasiat terakhir mama, sebelum menghembuskan nafas terakhir mama menyuruhku menikah dengan Pak Ardan. Dia dosen fakultas seni di kampusku.

"Tidak, terimakasih pak saya bisa melepas sendiri," jawabku masih menatapnya dari pantulan cermin. Lalu dia tersenyum beranjak ke kamar mandi.

Setelah seharian menemui tamu undangan pasti dia capek apalagi tamu yang datang cukup banyak sekali,  kulihat banyak tamu yang datang dari kalangan dosen dan pebisnis,  berbeda denganku hanya orang-orang terdekat yang kuundang di acara pernikahanku ini.

Klek.. Suara pintu kamar mandi terbuka seketika debaran jantungku bekerja ekstra, aku belum siap jika dia meminta haknya malam ini. Tapi bukankah dosa bila menolak ajakan suami? Tapi aku benar-benar tidak siap, apalagi aku belum mengenalnya aku hanya tahu jika dia dosen idola di kampusku. Aku sering mendengar para mahasiswi membicarakannya dengan kekaguman yang berlebih. Layla sahabatku salah satunya, hampir setiap hari tak pernah absen membicarakan Pak Ardan, dan aku hanya akan menjadi pendengar setianya saja. Aku memang tak tertarik, mungkin karena Pak Ardan tidak mengajar di fakultasku jadi aku tak terlalu memerhatikannya. Yah aku mahasiswi fakultas ekonomi semester 2 di kampusku.

"Kamu tidak mandi? Seharian menyambut tamu pasti badan kamu lengket, ini handuknya mandi yang bersih dan wangi ya!" Ucapnya yang seketika langsung membuatku tersadar dari lamunanku, bersih dan wangi dua kata itu otomatis membuat pipiku memanas.

Langsung kuraih cepat handuk itu lalu bergegas ke kamar mandi, kulirik sekilas dia hanya tertawa kecil memandangku.

Setelah membersihkan diri aku tak mendapati Pak Ardan di kamar, aku segera berganti piyama panjang dan krudung instanku, untung aku tak harus berganti baju di depannya, tadi karena malu aku lupa tak membawa baju ganti jadi aku berdiam lama di kamar mandi tak berani ke luar karena hanya memakai selembar handuk.

Klek

Pintu kamar terbuka, degub jantungku berkejaran lagi.

"Sudah selesai mandi? Makan yuk seharian kamu belum makan!, nggak sudah sungkan aku sudah jinak kok!" Ujarnya dengan senyum ramah.

"Iya pak!" balasku singkat. Kulihat alisnya terangkat sebelah tanda ada yang salah dengan ucapanku barusan.

"Mulai sekarang panggil aku Mas Ardan!" Tegurnya lembut sembari meraih piring di atas nakas dan menyuruhku makan.

"Iya Mas maaf," jawabku lalu menerima piring yang disodorkan padaku, tak sampai 10 menit makananku tandas. Dengan malu aku bergegas keluar kamar untuk mencuci piring di dapur tapi langkahku terhenti saat seseorang menggenggam tanganku.

Deg..

"Jangan lama-lama di dapur ya?" Sambil mengerlingkan mata menggodaku seketika rona wajahku memerah lalu hanya anggukan yang menjadi jawabanku.

Klek... Kubuka pintu kamar dengan gugup, namun aku terkejut saat kudapati Mas Ardan menungguku di atas sajadahnya.

"Ayo sholat isya berjamaah dulu lalu sholat sunnah untuk memohon keberkahan pernikahan kita!" Ajaknya yang membuatku terharu. Aku segera memakai mukena dan mengikuti imamku.

Setelah berdoa aku langsung membereskan peralatan sholat, lalu beranjak ke ranjang dengan ragu.

"Sini sayang...!" Panggilnya dengan memukul-mukul tempat di sampingnya, aku hanya diam di ujung ranjang. Ragu antara menolak apa menurutinya. Dengan debaran hebat aku merangkak di sampingnya dan mulai merebahkan tubuhku berlahan, rasanya aku memang sangat membutuhkan istirahat tapi... Laki-laki di sampingku ini bagaimana?.

Tiba-tiba dia mendaratkan kecupan dan berdiam lama di keningku. Lalu menarik selimutku sampai ke d**a dan tersenyum lembut.

"Mas aku...!" Ucapku lirih tak cukup nyali aku untuk mengatakannya.

"Kamu pasti capek,, istirahat dulu, aku akan menunggu sampai kamu siap," balasnya lirih dengan senyum mengembang lalu mengecup keningku sekilas sebelum memejamkan mata. 

_________________&&&_________________

Judul Buku : Memory of Love

Author : Farasha

Free reading for new users
Scan code to download app
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeAdd