23 | Rumah Sakit

2144 Words

Dia mungkin bisa menunggu lo, tapi akan ada saatnya dia sampai di suatu titik, yaitu titik di mana dia akan menyerah dan memilih melupakan lo. *** Vero tersenyum pilu melihat Cia terduduk lemas di koridor. Tak ada seorang pun yang berani mengusik kesedihannya, termasuk ketiga temannya. Vero berjalan pelan lalu berhenti dan berjongkok tepat di samping Cia. Dia mengusap puncak kepala Cia membuat Cia mendongakkan kepalanya. "Jangan duduk di sini, Cantik. Lo gak malu apa nangis di depan banyak orang?" bisik Vero di telinga Cia, bukannya membuat tangis Cia berhenti, melainkan semakin keras. Vero yang melihat itu panik bukan main. Tanpa menunggu jawaban Cia, dia langsung menggendong Cia membuat Cia memekik kencang.  Siswi-siswi di koridor yang melihat itu berteriak histeris karena salah sat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD