32 | Summer

1294 Words

Melihat orang yang dicintai bahagia saja sudah dapat membuat hidupnya berarti. *** Kali ini Vero tidak bisa menduga apa rencana selanjutnya yang akan dilakukan Varo terhadap Cia. Vero menghela napas ketika mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.  Ketika Vero hendak mengetikan pesan di grup itu, ada yang mengetuk pintunya sehingga dia meletakkan ponselnya di kasur dan berjalan ke pintu. Varo langsung melayangkan tinjuan keras ke pipi Vero hingga darah mulai mengalir dari sudut bibir Vero.  Vero menyeka darah tersebut lalu menatap Varo sinis. "Apa?"  "Masih bisa nanya, huh? Jadi orang gak usah sok tahu. Gue gak ada niatan buruk sama Cia. Gara-gara lo, dia benci sama gue." Vero terkekeh mengetahui alasan saudara kembarnya itu mengunjungi tempat tinggalnya.  "Lo bilang apa? Gak ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD