Nyaman dan Bahagia

1105 Words

Bel pertanda pelajaran usai kembali memenuhi seluruh penjuru sekolah. Bella dan Dewi sibuk merapikan peralatan belajarnya dan bersiap untuk pulang. "Kita ke toko buku dulu ya," pinta Bella. "Hm," jawab Dewi singkat. "Kita jadi beli buku design kan?" tanya Bella. "Lu aja deh, gue ngga tertarik." Jawabnya. Minta keduanya memang berbeda. Bella memiliki minat di bidang design seperti ibunya, sedangkan Dewi lebih tertarik dengan bisnis seperti ayahnya. Dia bahkan tidak tertarik mewarisi restoran milik ibunya. "Yaudah, ntar gue bantuin nyari buku yang berbau bisnis," goda Bella. Dewi dengan wajah malas menatap Bella. "Bel," panggilnya dengan wajah cemberut. "Hm," sahutnya sambil menutup tasnya. "Bisa ngga kita perginya besok aja?" pintanya. "Loh, kok besok? emangnya kenapa?" tanya Bella

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD