Seikat Bunga

2102 Words

"Here we go" Senyuman mengembang diwajah Sesel saat menyaksikan Dewi mengabaikan Dimas "Ini yang dinamakan menyelam sambil minum air" Bisiknya ditujukan pada diri sendiri. "Jangan kawatir sayang. Permainan baru dimulai" Senyumnya terlihat sinis. Albert tanpa sengaja melihat Sesel yang sedang bersembunyi dibalik tembok melalui salah satu pintu kaca yang sedang terbuka. "Apa lagi yang dia inginkan?" Batin Albert tanpa mengalihkan pandangannya. Dia berusaha untuk tidak menoleh sama sekali agar Sesel tidak menyadarinya. "Apa Sesel memang dalang dibalik semua ini? Apa dia senekat ini hanya karna cemburu?" Pikiran Albert semakin berkecamuk dengan menerka nerka setiap kemungkinan. "Kalau benar ini semua ulah Sesel, Gue ngga akan pernah maafin Sesel. Ini udah keterlaluan" Batin Albert. Albe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD