Setelah obrolan tak pentingnya dengan Sara selesai, Bella memilih tidur untuk mengistirahatkan otaknya. Cedera ligamen yang di dapatnya cukup membuatnya sangat terbebani. Sebelum tidur dia mencoba mengingat peristiwa kecelakaan yang membuat lututnya terbentur. Dia juga menghampiri cermin raksasa yang ada di kamarnya untuk melihat bekas benturan di dahinya. "Bagaimana kalau kecelakaan itu membuatku kesulitan berdiri seperti Oma?" batinnya. Pikirannya susah diajak positif untuk saat itu. Segala kemungkinan terburuk tentang lutut kakinya saat ini telah menghantuinya. Rasa lelah itu perlahan-lahan membawanya ke dunia mimpi, yang mempertemukannya dengan Omanya. Mimpi tentang sebuah taman yang cukup luas dan sangat indah. Dia menyusuri setiap jalan di tengah taman itu dengan pandangan takjub te

