Perang Terbuka

1549 Words

"Dimaaas!... Aku akan membuatmu memohon untuk kembali. Camkan itu." umpat Sesel begitu kedua orang itu menghilang dari hadapannya. "Dan lu gadis sok polos. Liat aja. Gue ngga akan tinggal diam." Umpatnya. Dia menyapu seluruh peralatan makeup di meja riasnya dengan sekali gerakan. Semua barang-barang itu kini berakhir di lantai. "Kamu ngga apa-apa kan?" Dimas begitu kawatir. Dewi menggeleng pelan dengan rambut yang masih acak-acakan. Dimas merapikan sebisa mungkin. Dia mengelus rambut dengan pelan dipenuhi rasa bersalah. "Harusnya kita ngga kesini, harusnya ini ngga terjadi." Ucap Dimas. Tatapan Dewi tak bisa lepas dari wajahnya. Dia menatap Dimas dengan air mata berurai, tatapannya dipenuhi rasa sakit, haru dan sesal. "Aku anterin pulang ya," ucap Dimas penuh rasa bersalah. Dewi tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD