Benci dalam Rindu

1628 Words

Setelah perlakuan lembut tadi, Bella kembali berharap kalau hubungannya dan Albert akan membaik dan kembali seperti semula. Minimal mereka bisa bicara dan saling menyapa kalau bertemu. Dia meninggalkan ruangan kelas dengan perasaan girang, dan melangkah menuju parkiran. Dia tidak bahkan tidak menoleh pada Dewi yang sangat berharap bisa berbaikan dengannya. "Kak Albert," gumamnya saat melihatnya dari kejauhan. Dia pun mempercepat langkah kakinya dan berniat menyapanya. Tapi kakinya kembali terhenti setelah beberapa langkah. Alexa dengan senyuman lebar menyelipkan tangan diantara lengan kanan Albert dan terlihat bergelayut manja. Albert bahkan tidak menghentikannya. Dia menatap Alexa dengan senyuman yang sangat Bella kenal, tulus. Tubuhnya seketika bergetar seakan kakinya tak kuat menopang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD