Hari Minggu Kecewa

1918 Words

Matahari pagi belum muncul sepenuhnya kepermukaan, dinginnya udara pagi masih membuat tempat tidur sebagai tempat ternyaman. Pagi itu Sara sudah sibuk membantu bik Inah di belakang. Tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua. Sara sibuk membuat sarapan untuk semua orang, sementara bik Inah mencuci dan merapikan semua piring kotor di wastafel. Meski sudah membuktikan kalau masakan Sara kemarin tidak mengandung racun, dia masih sangat memperhatikan aktifitas Sara dengan detail. Dia tidak ingin melewatkan hal sekecil apapun yang bisa berakibat fatal sesuai dugaannya. "Bik, apa saya boleh tanya sesuatu?" ucap Sara membuat bik Inah menoleh. "Mau tanya apa buk?" jawabnya. "Dulu, maksud saya mantan istrinya bapak.. apa dia.. sudahlah, lupakan saja." Dia menghentikan ucapannya. "Kenapa dia t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD