Membakar Kenangan

1801 Words

"Kenapa dia seperti anak labil? gue hampir percaya kalau dia benar-benar berubah. Ada apa dengan wanita itu?" Sungut Bella di dalam kamarnya. "Jangan-jangan dia cuman pura-pura selama ini, dasar siluman." Kutuknya. "Liat aja, kalau dia masih berani larang-larang gue, gue bakal ..." Dia menjeda ocehannya. "Bakal ngapain? emang apa yang bisa gue lakuin?" batinnya setelah beberapa saat. "Apa dia bertengkar sama papa?" batinnya lagi. Menghela napas dalam-dalam lalu menghembuskan napas dengan kasar adalah pilihan terakhirnya. "Dia bertingkah seolah-olah dia itu ibu kandungku, padahal cuman ibu ti ..." Dia kembali menjeda kalimatnya. "Sejak kapan dia jadi ibu tiri gue? biarin aja dia jadi istri papa. Ngga ada hubungannya sama gue," ralatnya. "Lagian dia itu pantesnya jadi kakak gue." Ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD