Albert terlihat lebih bersemangat dari biasanya. Setelah memarkirkan mobilnya, dia berlari kecil kedalam rumah sambil memainkan kunci mobil di tangannya. Senyuman manis tak terlepas sedetikpun dari wajahnya. Pintu yang sedang terbuka membuatnya langsung masuk tanpa perlu mengetuk pintu. "Ada angin apa masuk ngga pake dalam ngga ngetuk pintu ngga liat orang di rumah," sindir mamanya yang sedang duduk di ruang tamu dengan Omanya. Ruang tamu itu memang terbuka, sehingga menampakkan siapapun yang melewati pintu. "Eh Mam, Oma," wajahnya bersemu. "Cucu Oma sepertinya lagi senang sekali," ucap Omanya. "Ng-ngga kok Oma, biasa aja," ucapnya sambil menghampiri mereka. Setelah mencium tangan, dia melihat Sesel menuruni anak tangga. Wajahnya seketika berubah derastis. "Ngapain kamu di sini?" ucap

