Albert terlihat menyemprotkan parfum dengan aroma terbaik yang dia kagumi. Dia memastikan setiap titik tertentu di bagian tubuhnya mendapat aroma yang sama. Tujuannya hanya satu, nyaman. Dia tidak akan memikirkan Bella untuk masalah parfum. Please, jangan terlalu berharap. Tak lupa juga dia berikan sedikit vitamin di rambutnya agar terlihat lembut. Dia menarik tas ransel kesayangannya lalu menuruni anak tangga dengan langkah ceria. "Pagi, Oma," dia memeluk Omanya dari belakang sambil salah satu tangannya meletakkan tas pada kursi di samping kursi Omanya. Semu sudah berkumpul di meja makan saat itu. Tak lupa dia mengacak rambut Aiya yang sudah terikat rapi membuat Aiya merengut. "Aaah, kakak. Sungutnya sambil menyingkirkan tangan Al dari kepalanya. "Al, jangan mengganggu adikmu." Tegur a

