Bab 20 - Mas Elan

1770 Words

Aaahh.... Bina sepertinya mulai kehilangan akal sehat saat Niko meremas lembut dadanya. Ada sensasi nikmat yang membuat Bina selama beberapa saat memejamkan matanya, membiarkan apa yang Niko lakukan. “Kak ... udah, Kak. Bahaya.” “Kamu memang bilang udah, tapi kenapa ekspresi kamu kayak pengen terus?” “Udah, Kak,” tegas Bina. “Lagian Kak Niko kenapa pegang-pegang? Aku pulang nih.” Bina memberi peringatan. “Maaf refleks, Sayang.” Niko segera menarik lagi tangannya. Jujur, di satu sisi Bina merasakan nikmat dari hasrat yang tidak seharusnya sehingga sempat ingin membiarkan saja Niko meremas dadanya. Namun, syukurlah hasratnya masih bisa dikendalikan sehingga ciuman saja sudah cukup. Kalau lebih dari itu, kemungkinan besar akan kebablasan. Itu sebabnya Bina tegas pada tubuhnya sendiri.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD