“Mantan lo yang waktu di kelab itu siapa namanya? Jovan ya?” Bina mengangguk-angguk. “Kenapa dengan Jovan?” “Dia udah nggak pernah ganggu lo lagi, kan?” “Setelah malam itu, dia sama sekali nggak pernah menghubungi aku lagi,” jawab Bina, masih mencerna maksud Niko tiba-tiba menanyakan itu. “Sama. Gue juga bersyukur Velia nggak pernah menghubungi gue lagi. Dalam kata lain, upaya kita malam itu berhasil.” Bina mengangguk-angguk. “Kak Niko ketuk-ketuk pintu buat bahas ini?” Jika iya, seperti tidak ada waktu lain saja. “Sejujurnya gue mau sekalian pinjam charger. Punya gue kayaknya ketinggalan atau memang gue lupa nyimpennya.” “Tunggu sebentar, Kak. Aku ambil dulu.” Tanpa menunggu jawaban sepupunya, Bina masuk lagi ke kamar. Ia mulai mengeluarkan isi tasnya untuk menemukan charger ponse

