Terus Belajarlah!

2168 Words
Ben yang saat itu sebenarnya merasa kecewa dengan kegagalan yang dirinya harus hadapi merasa sedikit menyesal, karena gara-gara sikap dirinya yang kurang sigap dan kurang pintar Ben jadi kehilangan kesempatan untuk membantu orang yang sepertinya sedang dalam masalah yang tidak adil, tapi meskipun Ben merasa kecewa Ben pun hanya bisa menerima semua itu dan sekarang menuruti saja perkataan Ster yang menyuruhnya untuk masuk dulu saja ke perguruan, beristirahat saja dulu dimalam yang sekarang sudah sangat larut agar esok hari ketika Ben yang harus pergi kuliah kembali bisa ada di kondisi badan yang kembali bugar. "Aku benar-benar merasa kecewa ketika guru mengatakan jika apa yang aku usahakan gagal sekarang tadi, tapi jika aku berpikir mengenai saran yang guru berikan memang aku sudah gagal, aku yang kurang bisa mendapatkan informasi yang penting dari ketiga orang yang kita tanya tadi memang adalah sebuah hal yang memang sudah sangat salah, lain kali aku harus bisa mengumpulkan informasi dengan cepat dan akurat agar aku bisa paham apa yang harus aku lakukan untuk membantu mereka semua yang sedang dalam masalah," ujar Ben dalam hatinya, ketika sudah ada di ruangannya saat itu. Hingga karena saat itu keadaan memang sudah sangat larut malam Ben pun langsung saja kembali untuk beristirahat agar esok hari Ben bisa pergi ke kampus dengan kondisi fisik yang bugar, dan pelajaran yang dirinya sedang terima bisa dengan sangat baik diterima. Hingga karena Ben memutuskan untuk beristirahat kembali saat itu dan memang istirahat yang dirinya lakukan pun bisa dengan cepat dirinya lakukan, keesokan harinya Ben pun bisa bangun disaat hari masih pagi dan tentu saja kembali bangun dengan tepat waktu, dan badan yang fit. Tapi untuk menjaga kebugaran tubuhnya saat itu meskipun Ben merasa badannya bugar, Ben tak puas diri dengan hal tersebut hingga yang Ben lakukan saat itu tentu saja membersihkan dulu tubuhnya dan langsung saja bersiap untuk berolahraga pagi itu, seperti biasa untuk menjaga kebugaran Ben berolahraga lari saja mengelilingi lapangan yang ada di dalam ruang latihan perguruan. Tapi ketika Ben akan melakukan itu saat itu Ben tiba-tiba terpikir sesuatu, yang membuat Ben berhenti berjalan ke ruang latihan perguruan. "Sudah lama aku tak berolahraga lari di luar ruangan mengelilingi komplek ini, sepertinya ini hari yang tepat untuk ku melakukan itu. Selain ini masih pagi dan waktu masuk kuliah masih jauh aku juga akan mendapatkan pemandangan dan pengalaman lain kan jika sekarang aku berlari diluar ruangan," ujar Ben. "ya Ben. Ayo lakukan itu," ujar Ben bicara sendiri sambil dengan cepat langsung saja pergi keluar perguruan itu untuk secepatnya berolahraga diluar ruangan saja hari ini. Beberapa saat ketika Ben sudah mulai berlari mengelilingi komplek perguruannya tersebut Ben pun sebenarnya tak melihat, atau mendapatkan suatu masalah atau suatu hal janggal sampai ketika Ben kebetulan harus kembali melewati jalan yang biasa dijadikan tempat untuk semua orang nongkrong sambil menikmati hangatnya api unggun, Ben melihat ada seseorang yang saat itu sedang kembali bersantai di dekat perapian dengan api unggun yang masih saja menyala, awalnya Ben tak mengira sesuatu buruk melihat hal tersebut dan langsung saja mencoba untuk pergi melewati jalan tersebut karena jalan itu menjadi salah satu jalan yang Ben gunakan sebagai rute jalan untuknya yang akan kembali ke perguruan nya, sampai pada akhirnya Ben perasa sedikit kaget dan seketika berhenti berlari ketika Ben mendengarkan mengenai salah satu orang yang saat itu berada disana dan bicara mengenai penyogokan. Ben yang saat itu sebenarnya sudah sedikit melewati tempat tersebut seketika berbakti berlari dan mencoba untuk mendengarkan percakapan mereka bertiga. "Aku kira mereka adalah orang yang sedang melakukan kegiatan berjaga malam di kawasan ini, tapi jika seperti ini sepertinya sebenarnya bukan itu yang mereka lakukan dan mendengar percakapan mereka mengenai sogokan sepertinya hal ini menarik untuk aku ketahui. Jadi sekarang lebih baik aku berdiam diri sejenak, sambil bersembunyi tentu saja mencoba untuk mendengarkan percakapan mereka," ujar Ben, sambil kembali berjalan tapi mencoba untuk bersembunyi di salah satu gang yang ada disana mencoba untuk mendengarkan saja dulu percakapan mereka mengenai sebuah sogokan. Dan ketika Ben bersembunyi di salah satu gang disana Ben pun bisa membuat mereka tak curiga dengan Ben yang tadi benar-benar hanya lewat padahal sekarang Ben secara diam-diam mencoba mendengarkan percakapan mereka, yang saat itu untungnya berlanjut, sampai ketika sudah beberapa saat Ben mendengarkan percakapan mereka Ben pun langsung saja mendengarkan dengan cukup jelas mereka mengatakan mengenai sogokan yang terjadi diantara salah satu dari mereka. Saat itu salah satu diantara mereka mengatakan jika dia kemarin malam di sogok oleh temannya dia merasa menyesal sudah menerima uang sogokan, dan menjawab akan menjadi saksi palsunya karena sebenarnya dia tak ingin melakukan itu, tapi karena takut dia jadi menerima uang sogokan tersebut dan jadi saksi palsu untuk orang tersebut. Tapi orang kedua yang saat itu ada bersamanya langsung memotong pembicaraannya pria tersebut dengan kata-kata yang terdengar tinggi, bicara jika sebaiknya pria tersebut tutup mulut mengenai sogokan yang sudah terjadi saat ini dan terus melakukan apa yang 'ketua' mereka inginkan, bahkan pria tersebutpun malah sama mengancam pria yang sepertinya menjadi saksi palsu tersebut jika sampai ada orang yang tahu mengenai sogokan atau peristiwa ini dia dan orang yang dia bilang 'ketua' tak akan segan-segan untuk melakukan hal buruk, atau lebih parahnya menyiksanya sampai jera. Hingga karena perkataannya tersebut pria yang sepertinya menjadi saksi palsu tersebut jadi langsung saja terdiam tanpa kata, menerima saja apa yang mereka katakan saat itu. "Ternyata ini masih menyangkut mengenai peristiwa kemarin dan aku benar-benar tepat menyangka jika yang mereka lakukan adalah hal kotor, mereka menyogok pria itu untuk bisa bebas dari masalah dan pria itu adalah orang yang kemarin aku lihat dari atas balkon perguruan dimana dia melakukan transaksi sogokan kepadanya meskipun dengan terpaksa karena takut. Sialnya, mereka tak mengatakan nama jelas dari orang yang menyogoknya dan yang mereka katakan 'ketua' itu, sehingga aku sepertinya akan sulit jika mencoba untuk mengenali orang yang mereka sebut 'ketua' ini," ujar Ben, lebih pasti mengenai peristiwa yang saat ini memang adalah peristiwa kotor yang sudah mereka rencanakan. "oh sial ini sudah cukup siang, aku bisa terlambat masuk kuliah jika aku terus ada disini. Sebaiknya aku cepat kembali dan bersiap pergi ke kampus agar aku tak sampai terlambat," ujar Ben, ketika melihat jam tangan yang dia kenakan saat itu. Dan karena hari sudah cukup siang yang membuatnya bisa saja terlambat untuk pergi kuliah Ben pun langsung saja berlari ke perguruannya saat itu untuk membersihkan dirinya, dan tentu saja langsung mencoba untuk mempersiapkan diri pergi ke kampus, kembali kuliah. Singkat cerita saat itu Ben sudah bisa masuk ke dalam perguruan dan tentu saja langsung mencoba untuk membersihkan dirinya agar bisa langsung pergi ke kampus, hingga meskipun dengan sangat terburu-buru Ben bisa selesai membersihkan diri dan sekarang yang Ben pikirkan tentu saja langsung pergi keluar perguruan mencoba untuk berangkat ke kampus. Tanpa sedikitpun berpikir mengenai hal yang sudah dirinya lihat tadi Ben pun secepatnya melakukan hal yang sudah dirinya rencanakan yaitu berangkat ke kampus untuk kembali belajar. "Guru, aku sepertinya sudah terlambat pergi ke kampus. Sampai jumpa guru," ujar Ben, ketika melihat Ster yang saat itu ada di ruang latihan pamit. "Ya Ben. Ambil sarapanku Ben!" seru Ster. "Ya, guru. Terima kasih," jawab Ster, sambil terus saja pergi berangkat ke kampus di waktu yang sebenarnya sudah terlambat saat itu. Tapi ketika Ben keluar perguruan, dan langsung berangkat ke kampus Ben pun harus kembali berhenti berlari karena ada seseorang yang memanggilnya. "Hey Ben!" panggil seseorang. "Oh sial, siapa itu. Aku tak punya waktu. Aku," Ben berhenti bicara karena ketika Ben melihat ke belakang dimana orang yang memanggil Ben berada. "Mau ikut ke mobilku dan tentu saja menumpang lagi Ben?" tanya Shen. Seketika wajah Ben yang saat itu sedikit kesal pun langsung saja berubah menjadi tersenyum karena ternyata yang memanggilnya itu adalah Shen, yang menawarkan tumpangan kepadanya. Dengan cepat saat itu Ben langsung saja menghampiri mobil Shen lalu bicara. "Bolehkah?" tanya Ben. "Aku yang memberikanmu tawaran kau mau ikut dengan mobilku tidak Ben, tentu saja boleh. Ayo masuklah!" seru Shen. "Wow hebat. Terima kasih Shen," ujar Ben, sambil naik ke mobil Shen saat itu. "Ya tentu Ben. Aku lihat kau seperti orang yang sedang terburu-buru Ben, kau berpikir akan terlambat datang ke kampus kan?" tanya Shen. "Ya Shen, aku sudah panik karena ketika melihat jam, aku sepertinya memang akan terlambat. Tapi karena kau sangat baik sekali ada disini seperti aku tentu saja tidak akan terlambat ke kampus," jawab Ben. "tapi kenapa kau bisa ada disini Shen? kau sedang melakukan sesuatu? sejak kapan kau ada disini?" tanya Ben. "Tenang Ben, jangan seperti intel seperti, tenangkan dirimu karena aku sebenarnya sudah cukup lama berada disini Ben, aku sengaja menunggumu keluar tadi untuk menjemputmu pergi bersama-sama ke kampus tentu saja, tapi aku lihat kau sepertinya terlambat bangun, jadi aku sudah cukup lama ada di sana Ben menunggumu," jawab Shen. "Oh Shen aku benar-benar minta maaf, tadi aku berolahraga lari mengelilingi komplek sekitar memang tak biasanya, tapi tadi aku merasa ingin keluar berolahraga keluar saja agar aku tak bosan dengan kegiatanku. Dan mungkin karena aku yang terlalu lama di jalan berolahraga tadi, aku tak sadar waktu sudah lama aku buang untuk berolahraga tadi hingga akhirnya aku sedikit terlambat untuk membersihkan diriku, hingga barusan pun aku benar-benar terburu-buru berangkat ke kampus tapi aku benar-benar sangat terselamatkan karena kau yang ada disini sengaja menjemputku, memberikanku tumpangan. Terima kasih Shen, aku benar sangat tertolong karena kebaikanmu ini," ujar Ben menceritakan apa yang dirinya alami saat itu, sampai beberapa kali berterimakasih karena Ben merasa sangat tertolong dengan Shen yang saat itu tiba-tiba dengan tepat sudah siap memberinya tumpangan pergi ke kampus. "Wow berarti kebetulan sekali Ben, kebetulan kau sedang membutuhkan bantuan dan aku ada disana kan? haha. Sama-sama Ben, tenang saja kau tak usah meminta maaf tak ada salah yang kau lakukan padaku, yang harusnya kau lakukan adalah meminta maaf kepada dirimu sendiri karena kau sepertinya malah melakukan kesalahan yang membuat dirimu dalam keadaan yang panik, dan terburu-buru," ujar Shen. "Oh seperti itu? baiklah Shen, terima kasih. Aku berjanji tak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti ini lagi di kemudian hari," ujar Ben. "Ya tentu Ben. Baiklah sekarang bersiap, dan pegangan yang kuat Ben karena untuk sampai di kampus di waktu yang tepat kita harus sedikit menambah kecepatan laju kendaraan kita," ujar Shen, sambil kembali menancap gas mobilnya menambah kecepatan lajunya agar bisa secepatnya sampai di kampus. Dan Ben pun hanya bisa langsung saja berpegangan di kursi duduknya saat itu, melihat Shen yang memacu kendaraannya dengan lebih cepat saat itu. "Maaf Shen, aku harus mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak begitu jujur, karena aku tak bisa mengatakan sesuatu yang aku alami tadi kepadamu, bukan apa-apa tapi aku merasa tak ada baiknya aku mengatakan semua yang sudah aku alami ini kepadamu Shen," ujar Ben, dalam hatinya saat itu. Singkat cerita saat itu Ben dan Shen sudah bisa sampai di kampus dengan selamat tentu saja. "Baiklah Ben kita sudah sampai, bagaimana dengan mata kuliah yang harus kau masuki sekarang? apa kau sudah melihat dosen yang harus mengajar di kelasku sekarang?" tanya Shen. "Wow hebat, sangat hebat, bahkan saking hebatnya aku jadi merasa sedikit takut dengan caramu menyetir Shen haha. Tapi terima kasih karena tumpanganmu aku bisa sampai di kampus dengan tepat waktu. Tapi biarkan aku melihat dulu keluar apakah dosen yang mengajar ku sudah sampai atau belum," ujar Ben, sambil melihat keluar mobil saat itu. "Seena masih terlihat ada disebelah sana dengan Sin tentu saja, itu berarti dosen yang sekarang harusnya mengajar mata kuliahku belum sampai, kebetulan mata kuliah yang aku ambil sekarang sama dengan Seena, dan Seena masih ada diluar itu berarti bisa saja dosen belum sampai," ujar Ben dalam hatinya saat itu. "Bagaimana Ben?" tanya Shen, sambil menghampiri Ben yang saat itu menghampirinya. "Oh Shen aku kaget karena kau sudah ada diluar sekarang. Sepertinya keadaan masih aman aku belum terlambat mengikuti mata kuliah ku karena sepertinya dosen yang mengajar mata kuliah ku belum datang, dan itu terlihat dari teman-teman yang mengambil mata kuliah denganku masih ada diluar, jadi bisa dipastikan jika dosen yang mengajar mata kuliah ku belum datang. Sekali lagi, terima kasih Shen, kau sudah sangat membantu ku kau sudah menyelamatkan aku dari kepanikan yang cukup besar karena takut terlambat hadir di kampus dan terlambat menghadiri mata kuliah yang harus aku hadir sekarang. Meskipun kau tetap membuatku sedikit panik dengan cara menyetirmu yang cukup ekstrim haha," jawab Ben, dengan lega karena Ben tak jadi terlambat datang ke kampus, dan saat ini Ben langsung saja kembali berterima kasih kepada Shen yang begitu sangat sudah membantunya saat itu. "Haha syukurlah jika seperti itu Ben, aku senang bisa membantumu. Baiklah Ben sekarang kemana kau akan pergi? dosen yang mengajar mata kuliah ku belum hadir kan?" ujar Shen. "Sepertinya aku akan menunggunya saja di lorong sebelah sana. Bagaimana denganmu?" jawab lalu, Ben bertanya. "Ya baiklah sepertinya aku juga sekarang mungkin akan ikut denganmu saja Ben," ujar Shen. "oh sial Ben, tapi sepertinya itu dosen yang akan mengajar mata kuliah ku sekarang. Maaf Ben sepertinya aku tak jadi ikut denganmu karena aku harus masuk ke kelas dan mengikuti mata kuliahnya. Baik Ben sampai jumpa lagi," ujar Shen, sambil pergi menghampiri dosen yang akan mengajar mata kuliahnya saat itu yang sepertinya akan masuk ke salah satu ruangan kelas.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD