Sepulangnya Indira dan kedua anaknya dari Bali. Dia langsung disibukkan dengan segudang pekerjaan yang ditinggalkan selama satu minggu. Tak ada lagi waktu untuk bersantai. Setelah subuh dia sudah sibuk di dapur untuk memasak sarapan lalu membangunkan anak-anaknya setelah itu bersiap berangkat ke kantor. Ihsan pagi-pagi sudah sampai di kediaman sang kekasih. Selain ingin menumpang sarapan, dia juga sangat merindukan Indira, Safira dan Kalila. Para perempuannya sukses membuat hidupnya tak tenang. Apalagi, Arsya terus menempel pada ketiga kesayangannya. “Mas, ayo berangkat sekarang,” ajak Indira. “Anak-anak gimana? Ngak bareng kita sekalian?” “Mereka diantar sama Ayah dan Bunda. Aku ada jadwal pertemuan pagi jadi harus segera berangkat.” Setelah sarapan, Indira berpamitan pada orang tua

