bagian 9 - Acara Berlangsung.

1288 Words

"Kamu baik sekali Mbak, makasih ya." Hella mengharu dan memelukku. Aku tepuk dengan jijik punggung belakangnya. Bik Narti menganggukkan kepala dengan senyum penuh arti. "Tolong bantu-bantu Hella ya, Bik. Nanti aku kasih uang untuk belanja kebutuhan dapur," ucapku pada Bik Narti disambut dengan senyum kecil dan anggukan kepala. Hella masih tersenyum manis, membuat perutku menjadi mual seketika. Bisa bayangkan jadi aku? Hidup satu atap dengan para pengkhianat? Ckckck ... rasanya sangat menjijikan. Setiap detik bahkan fikiranku sudah dibumbui dengan kekerasan ingin melukainya. "Aku istirahat dulu," ucapku sambil beranjak berjalan menuju tangga. "Iya, Mbak. Makasih ya," teriak Hella. Menghempas tubuh diatas ranjang, kepala kembali berdenyut aku memiijatnya dengan pelan. Sudah beberapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD