bagian 110 - SELESAI.

1684 Words

Kepalaku pusing seketika, aku menggigit guling, dengan mata yang terkatup rapat. Menahan gejolak yang siap meledak-ledak. Argh ... Fahri!! "Kamu kenapa Mas? Mukanya merah gitu?" Fiona menatap heran. "Ga apa Fi, Fahri sudah?" tanyaku. "Fahri kalau mimi lama Mas, sabar ya." jawabnya sambil tersenyum. "Iya." sahutku lemas. Kehidupan setelah menikah dan mempunyai anak sungguh berbeda, jika dulu kapan saja kami bisa melakukannya. Saat ini harus bersabar, karna ada Fahri ditengah-tengah kami. Aku jadi berfikir, bagaimana nanti kalau anak kami banyak ya? Setelah memastikan Fahri benar-benar terlelap, kamipun melanjutkan adengan yang sempat tertunda. Tapi Fiona tidak agresif sehelumnya, seprtinya dia kehilangan selera. "Kamu kenapa sayang?" tanyaku saat melihat wajah Fiona yang memerah dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD