bagian 99 - Pulang

1671 Words

Ayah tersenyum miring lalu menggelengkan kepalanya. "Jangan terlalu percaya diri. Aku kesini demi anak dan cucuku. Kau tidak termasuk didalamnya," jawab Ayah dengan sinis. Ibu memejamkan mata, wajahnya sungguh dipenuhi binar kepedihan dan penyesalan. Aku hanya menghela nafas, terdiam ditempat. Tak tahu harus berbuat apa setelah mengetahui masalah mereka yang sebenarnya. "Andai saat itu kau berhasil mengusik Fiona, sudah aku pastikan kau tidak akan hidup dengan tenang. Bagiku harta bukan segalanya, yang terpenting Fiona masih disisiku. Itu lebih dari cukup," ucap Ayah terdengar perih ditelinga. Aku tersenyum getir, terharu, Ayah memang sangat menyayangiku. Yah ... aku jadi mengingat ucapan Ibu kemarin, yang mengatakan ingin membawa aku ikut pergi dengannya. "Pergilah ... sebelum aku le

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD