Setelah berbasa-basi dan mengobrol seperlunya kami pamit pulang. Kelihatannya para suami sudah mulai akrab, dan banyak bicara. "Pamit dulu ya ... kapan-kapan kita sambung lagi obrolannya." ucap Mas Yasir ku dengan ramah disertai senyum manis andalannya. "Iya siap. Hati-hati ya," balas suami Nadia tak kalah ramah. "Nad ... semangat ya. Doain gue hamil juga," ucapku pelan. Malu jika kedua laki-laki itu tahu. Nadia tersenyum lembut lalu menganggukkan kepalanya. "Pasti!" serunya sambil mengangkat tangan yang terkepal. "Fi ... Mas pulang kerumah sebentar ya, ada berkas yang tertinggal di rumah, Ibu." jelas Mas Yasir sambil menekan pedal gas. Mobil maju perlahan, meninggalkan parkiran apartement. "Iya Mas ..." sahutku seraya menganggukkan kepala. "Mata kamu kenapa sayang. Kok merah?" tany

