Jangan menangis, Andara

1788 Words

•• Happy reading •• Semesta turut senang atas kebahagiaan kalian. "Apakah kalian perlu memborgolku? Aku bukanlah penjahat pelaku pembunuh*n ataupun penged*r obat terlarang. Aku hanya melanggar visa daruratku dan kalian seperti akan membungkusku dengan peti mati," protes Vante. Dia sejujurnya enggan diborgol karena dari pihak kedutaan Amsterdam telah sah mengembalikan Vante pada kedutaan Indonesia. "Tapi, kau diborgol karena menjadi tahanan di Indonesia," sebut Sean. "Aku tahu. Tapi, borgol ini tidak penting, aku tidak akan kabur. Jika hanya bentuk formalitas saja, nanti saat turun dari pesawat kau boleh memborgolku. Apa tidak terlalu keterlaluan memborgolku saat di pesawat nanti?" Vante sedikit kesal pada Sean yang dari tadi sengaja seperti menanti momen agar Vante diborgol. Tiba-tiba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD