Aku dan Gema keluar dari bioskop ketika jarum jam di tanganku menunjukkan pukul empat lebih sepuluh menit. Kami baru saja selesai menonton film the perfect husband. Awalnya Gema nggak mau, katanya dia nggak suka nonton film drama-romatis. Karena aku paksa, akhirnya dia mau. Tapi ya gitu, sepanjang nonton film bukannya nonton layar dia malah sibuk menatapku yang ada di sampingnya. Alhasil aku nggak bisa fokus lihat wajah tampan bang Dimas Anggara. Aku malah sibuk mengatur jantung biar nggak copot karena terlalu grogi. Sekalipun begitu, fix filmnya bikin baper parah. Aku sampek nangis dan nggak tau harus gimana lagi selain ndusel-ndusel dipelukan Gema. [author ngakak: wkwkwkwk] "Ayo kita sholat ashar," Gema meraih tanganku dan berjalan menuju masjid di Mall yang kebetulan berada di lantai y
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


