Bab 53

1286 Words

Gema menatap lurus ke depan, tepat dimana hamparan sawah bewarna hijau itu berada. Semilir angin yang berhembus membuat Gema merasakan kesejukan. Wajar saja, ini baru pukul setengah enam pagi. Udara masih sejuk-sejuknya, matahari pun masih malu-malu memunculkan sinarnya. Sekalipun begitu, burung-burung sudah terbang kesana kemari untuk mencari makan. Membuat suasana sang pagi semakin damai. Sudah sepuluh menit yang lalu Gema berada di situ. Di sebuah gubuk yang berada tak jauh dari pesantren. Tadi selepas sholat subuh dan ngaji di masjid bersama ratusan santri, Gema langsung pergi ke sini. Dengan harapan setelah datang ke sini, pikirannya akan sedikit lebih segar. Namun ternyata sama saja, sekalipun sedari tadi Gema sudah menghembuskan nafas berkali-kali untuk melegakan hati dan pikiranny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD