Sekembalinya Bianca ke apartemen, ia bimbang apakah akan menghubungi nomor yang tertera di kertas pesan tersebut atau tidak. Bianca tidak berani mengambil resiko sama sekali, ia takut jika video itu benar ada dan akan disebarkan jika ia tidak menghubungi nomor itu. Akhirnya Bianca memutuskan untuk menghubungi, ia mengambil handphonenya lalu menekan sederet angka. Tak lama telepon itu pun tersambung. Terdengar suara yang berat dan dalam yang menjawab telepon "Ya" "Siapa kau?" tanya Bianca. "Akan ada waktunya aku akan mengenalkan diriku kepadamu." "Aku sedang tidak ingin bermain teka teka. Beritahukan siapa dirimu," ucap Bianca setengah berteriak. "Perlu kau ketahui bahwa aku tidak suka jika ada wanita yang berbicara dengan nada tinggi kepadaku. Aku bisa melenyapkanmu jika kau membuatk

