Bab 19

980 Words

Mereka masih terkunci di dalam penjara besi. Setelah dua hari mereka pingsan, akhirnya mereka tersadar. Namun tubuh mereka masih sangat lemas. Aline berusaha membuka tapi tak kuat. Sedangkan Aron mencoba menggunakan kekuatannya namun nihil. Si Tupai kecil malah asik menutup mata, dia tertidur karena kelelahan. Mereka berempat akhirnya menyerah dan duduk bersandar. "Hal yang menyebalkan di dunia ini, aku tidak bahagia." Aron menghela napas kasar, wajahnya terlihat lesu dalam remang-remang. Memang dia sangat lelah saat ini. Bahkan dalam hatinya, dia ingin mati saja. Rasanya Aron ingin menyerah untuk hidup, apa yang dia cari sebenarnya dalam hidup ini. Apa dia ingin bahagia? Dengan cara apa? Mengingat ayah tirinya yang telah mati saja dia bukannya lega, tapi ketakutan pada dirinya sendiri ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD