Bab 22

1007 Words

Setelah melakukan berbagai pertimbangan, akhirnya Devan emutuskan sesuatu untuk bisa menemui Kayla. Seseorang yang ia cintai dan rindukan. “Apa kau yakin akan mengambil keputusan yang tepat? Sudah kukatakan beberapa kali jika waktumu tidak banyak lagi, Devan.” Entahlah untuk keberapa kali pula Abigail berkata seperti itu. “Aku tahu, waktuku tinggal satu bulan, kan?” ujar Devan dengan santai. Bukannya Devan tidak ingin menghargai pemberian Dewa Zeus, tapi ia sudah pasrah dengan keadaan. Keputusannya untuk mencintai Kayla sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat. Terserah apa yang dikatakan Abigail apakah Alisa memang jodoh yang sebenarnya, Devan sudah tidak peduli. Sedangkan Abigail takut Devan mengambil keputusan salah, karena jika Kayla ternyata bukan jodoh Devan, bukankah sia-sia saja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD