“Apa kau vampir sungguhan?” tanya Aline ragu. Aron mengangguk dan menunjukkan taringnya, tapi Aline malah tertawa. Wajah Aron yang sangat imut membuatnya terlihat tidak cocok dengan taring itu. “Aku yakin itu gigi palsu.” Aline tertawa mengejek Aron, melihat Aline yang tertawa, Aron tidak terima dan dia mencubit pipi Aline gemas. “Aw!” pekik Aline. Ada satu hal yang menjanggal dalam benak Aron, kalau saja Aline seorang putri duyung, kenapa dia lebih memilih berada dalam dunia manusia yang penuh kekejaman, penuh dengan peperangan, sebagian dari mereka memiliki hati yang buta. Aron hanya mengetahui duyung adalah makhluk abadi bersirip yang sangat kental dengan dunia mistis. “Kau sendiri? Kenapa memilih menjadi manusia?” tanya Aron memandangi wajah Aline yang cantik berseri. Tidak ada y

