bab 47

1169 Words

Sorenya, Emma dan James benar-benar datang ke makam James dengan membawa sekeranjang bunga mawar. Batu nisannya kini sudah mulai berlumut, sepertinya James akan meminta tolong kepada seseorang untuk membersihkan makam yang termasuk sudah tua ini. “Hai, Dev,” sapa Emma canggung. Ia sedikit sulit menyebutnya sebagai Papa karena yang menemaninya sejak lahir adalah James. “Maafkan aku yang tidak memanggilmu dengan sebutan Ayah, atau Papa. Tapi aku benar-benar berterimakasih kepadamu karena sudah memercayakanku kepada Papa. Pantas saja, saat aku melihat diriku saat becermin, wajahku sama sekali tidak terlihat seperti Papa. Dan tadi saat Papa sudah selesai bercerita, aku diberitahu fotomu saat menikah dengan mama. Ternyata wajah kita sedikit mirip! Tak apa, aku tidak akan membencimu atau pun m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD