“Lho, Conny kenapa? Kok nangis?” tanya Kayla tiba-tiba. Tentu saja ia terkejut karena ia tidak melakukan apa pun kepada Conny. Dengan segera, Kayla meletakkan dua gelas jus apel di atas meja ruang tamunya dan duduk di sebelah Conny, tidak lupa juga merangkulnya dengan penuh kasih sayang layaknya seorang ibu yang menenangkan anaknya. “Tidak apa-apa, hanya saja aku sangat mengimpikan memiliki rumah seperti ini,” jawab Conny dengan senyuman yang terlihat begitu kaku. Ia tidak bisa menceritakan apa yang tengah dialaminya. “Baiklah. Kalau begitu, duduklah di atas, sangat tidak sopan untukku bila kau duduk di lantai seperti ini,” ajak Kayla yang ditanggapi dengan anggukan kecil. “Banyak yang ingin kutanyakan padamu, termasuk apa yang terjadi dengan beberapa bagian tubuhmu yang memiliki luka le

