"Nad." "Hm..." Kevand yang merasa diabaikan itu menutup paksa buku milik Nada yang sejak beberapa jam terakhir gadis itu perhatikan. "Apaan, sih? Lo ganggu banget, Kev." "Serius banget, Nad. Ini udah setengah sembilan malem." "Ya itu udah tau jam segitu, tapi lo masih bertamu aja." balas Nada. Kevand menarik ujung rambut Nada dan membuat gadis itu menoleh ke arahnya dengan wajah kesal. Kevand tahu kalau Nada belajar seperti ini demi mengalihkan perhatiannya. "Gue mau minta maaf." "Udah gue maafin. Mending lo sekarang pulang aja biar gue cepet kelarin ini soal latihannya terus tidur." "Nad..." Nada berdecak malas. Ia tahu, kalau Kevand sudah memanggilnya seperti itu, artinya lelaki itu tidak akan menyerah dengan apa yang diinginkannya. Mau tidak mau, Nada yang mengalah dan menatap

