❝Ketika yang jauh mendekat, yang sudah dekat malah menjauh.❞ *** "Naik!" sebuah motor ninja---yang dikendarai sesosok lelaki yang mengenakan helm full face dan jaket kulit hitam, berhenti tepat di samping kanan Alyviah. "TERORIS!! BEGAL!! Tolooooong!!" pekik Alyviah. Sebuah tangan menarik tangan Alyviah saat ia hendak kabur. "b**o!" Rafka membuka helm full face-nya, "Ini gue." Untung saja lingkungan sekitar pangkalan ojek cukup sepi. Kalau tidak, matilah Rafka dihajar massa akibat mendengar teriakan Alyviah yang melengking. "Raf--ka?" "Hm." "Maaf, Raf. Gue kira begal hehe." "Begal ganteng," Rafka berujar dengan datar. "Mana ada begal ganteng." "Ada, gue." Iya lo udah begal hati gue, Raf, ucap batin Alyviah terkekeh. "Heh!" "Kenapa, Raf?" tanya Alyviah bingung menampakkan muk

