❝Bantu aku untuk sukses mencintaimu.❞ *** "Mau nikah?" ajakan Rafka membuat Alyviah tersedak. uhuk uhuk "Air, gue butuh air." Rafka menyodorkan segelas air putih untuk Alyviah. "Pelan-pelan." "Elo ga lagi ketempelan kan? Kok gue jadi takut," ucap Alyviah bergidik ngeri. "Ga lah." Muka Rafka memang tidak menunjukkan tanda-tanda kebohongan. Sorotan matanya tulus menatap Alyviah. Dia juga bingung mengapa bisa mengucapkan kata-kata itu. "Candaan lo ga lucu, Raf. Mending elo kayak biasa aja, cuek, dingin, cool, ga usah sok-sok an ngelucu deh," Alyviah terkekeh geli. "Hm." Padahal Rafka serius, ia tidak sedang bercanda. Tapi mungkin terlalu cepat. Lagian mulutnya mengapa mendadak tidak bisa disaring dulu. Sepertinya Alyviah telah menularkan virusnya. *** "Jul." Nuha menghampiri rooft

