CHAPTER 19

380 Words
Ethan hendak menemui Wina untuk melamarnya lagi lebih serius kali ini. Namun pria itu melihat Wina berjalan menuruni eskalator untuk ke lobby Tedjaja’s Town. Belum sempat Ethan memanggil nama Wina, sebuah mobil BMW hitam yang sepertinya Ethan kenal sudah membawa Wina meninggalkan Tedjaja Town. BMW hitam yang Ethan lihat sepertinya milik kakaknya. Namun sayangnya Ethan tidak melihat pengemudi itu dengan benar untuk memastikan apakah benar itu kakaknya atau bukan. Namun Ethan juga ragu karena kakaknya seharusnya berada di Shanghai dan tidak akan bisa kembali dalam beberapa bulan ini. Ethan mengambil ponsel di saku jas nya, hendak menghubungi Wina ketika Jo yang sedari tadi mengawasinya menghampirinya. “Wina mungkin menyukai kamu, sayangnya kamu menolaknya dulu. Kesempatan satu-satunya sudah kamu sia-siakan.” kalimat pertama yang Jo berikan padanya sebelum keduanya saling menyapa dengan benar. Ethan menatap Jo heran, kesal dan membenci pria yang menasehatinya itu. “Tidak seharusnya kamu menasehati aku seperti itu, setelah apa yang kamu lakukan pada Wina” balas Ethan tidak kalah pada Jo. Jo melayangkan senyum smirknya, dan menatap Ethan dengan pasti. “Aku sarankan kamu menyerah saja, karena aku akan membuatnya kembali kepadaku” Dengan santai Jo berdiri disamping Ethan dan memberikan sebuah kopi amerikano dari kafe terkenal yang berada di seberang gedung Tedjaja’s Town. “Aku ingin mmeberikannya untuk Wina, namun ternyata aku melihat apa yang kamu lihat, jadi.. nikmati kopinya” Ethan menerimanya dengan enggan. ”sepertinya kamu tidak tahu selera Wina” ”apakah sudah berubah?” tanya Jo balik kepada Ethan yang percaya diri. ”sangat berubah” kening Jo mengerut mendengarkan jawaban Ethan. “setahuku Wina buka tipe gadis yang menyukai kopi manis” Ethan mengendikkan pundaknya tidak peduli dengan jawaban Jo. “Aku pikir kamu tidak akan pernah kembali ke Indonesia” “Tadinya begitu. Sampai aku melihat sebuah artikel dan melihat fotonya lagi yang sekarang terlihat sangat cantik di mataku” “Dasar b******k” keluh Ethan. “Kamu tidak bisa memungkiri bukan? Nyatanya Wina bisa membuatmu menyesali keputusanmu dulu” “Sangat tidak sopan menemui mantan kekasihmu padahal istri kamu sedang hamil anak kamu” Ethan tersenyum mengejek Jo. “Ah.. sayangnya rumah tanggaku bukan urusan kamu” jawab Jo datar. “Aku tidak akan membiarkan Wina memilihmu, dan akan membuatnya kembali kepadaku” ujar Jo sebelum meninggalkan Ethan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD