"Leave me," Belve melototkan matanya. Tidak percaya, bagaimana bisa dia meninggalkan satu orang diantara puluhan Deep one. "No," gumam Belve. "Kau ikuti saja apa kataku," Arnesh mendorong Belve pelan kebelakang agar lebih cepat pergi keluar. "Go." "Nooo, Arnesh a—" "Kau mau membantuku?" tanya Arnesh tanpa mengalihkan pandangannya. kemudian Belve yang mendengar, segera menangguk. "Mau," kata Belve. "Then, Leave." "Tapi-" "Hei, ini lautku. Kau tidak perlu khawatir okay," ujar Arnesh menenangkan Belve. Lalu Belve memggangguk pelan, walaupun hatinya berat untuk meninggalkan Arnesh. "One," Arnesh memulai hitungannya. "Two." "Three." Boomm! Belve bergerak secepat mungkin, mengepakkan sayapnya yang terasa berat didalam air. Beberapa detik setelah Belve keluar, suara desisan-de

