Rindu

1262 Words

Pagi-pagi sekali Qiana terbangun. Ia mendengar kebisingan dibagian belakang rumah itu. “Lagi pada ngapain sih mereka?” Tanya gadis itu pada dirinya sendiri. Lalu ia mengintip dari balik jendela. Ia melihat para bodyguard yang sedang berlatih di sana. Ia tertarik, lalu ia turun dan berniat untuk menghampiri mereka ke belakang. “Mau ke mana, Cantik?” Seseorang menginterupsinya. Qiana menoleh. “Lo?” kagetnya. Cowok itu adalah cowok yang menyerang Sean waktu di parkiran kafe.  Glen tersenyum tipis, lalu menghampirinya. “Kenapa? Kaget, ya?” “Lo ngapain di sini?” tanya Qiana sewot. Gadis itu mundur menjauhi cowok tampan namun terlihat dingin dan menakutkan itu. “Ini rumah gue. Emang nggak boleh tinggal di rumah sendiri?” desis Glen pelan, tepat di depan wajah gadis itu. “L-lo mau n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD