Part 10

1858 Words

Adrian menghela nafas kasar saat telfonnya terputus secara sepihak. Bahkan di dalam telfonpun putranya itu masih bersikap sangat dingin dengannya. Suaranya terdengar parau, sepertinya ia sedang tidak enak badan pikir Adrian. Adrian cukup lega, sepertinya Bian benar-benar melanjutkan perusahaannya dengan baik. Dari laporan yang ia dapat dari orang kepercayaannya, proyek perusahaan semakin banyak bahkan saat diambil alih oleh Bian. Sepertinya darah bisnisnya menurun sempurna pada Bian. Tadi ia sengaja menelfon Bian untuk bertanya mengenai perebutan tender untuk sebuah proyek besar dalam waktu dekat ini. Sebenarnya ia sudah tahu bahwa Bian telah mempersiapkan semuanya dengan sempurna, namun ia ingin langsung mendengarnya dari putranya itu sendiri. Alasan lainnya adalah, Adrian hanya ingin me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD