Part 8

1731 Words

"Apa kakimu masih susah digerakkan?" Reyhan melirik kakinya perlahan kemudian mengangguk kecil. Memang selain kepalanya, juga terdapat sedikit keretakan dibagian kakinya karena kecelakaan itu membuat kini agak susah untuk digerakkan. Terlebih lagi karena sudah beberapa bulan koma, jadi beberapa bagian tubuhnya terasa kaku. Sekarang saja sudah merupakan kemajuan yang pesat ia sudah bisa duduk sembari bersandar. "Kau tidak perlu sering-sering menjengukku." "Kenapa? kau bosan melihatku setiap hari?" Reyhan terkekeh melihat Olivia mengerucutkan bibirnya kesal mendengar ucapannya. Tangannya yang sedari tadi mengaduk bubur untuknya juga tiba-tiba terhenti. "Bagaimana bisa aku bosan melihatmu, bahkan saat mataku terpejam aku masih saja membayangkan wajahmu." Perlahan wajah masam itu berubah me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD